Transmigrasi dari Apache ke Nginx

18 Maret 2009

Setelah beberapa hari ini merasakan migrasi webserver dari Apache ke nginx pada sebuah VPS yang saya kelola, hasilnya memang belum saya ketahui, apakah sudah maksimal atau belum, yang pasti ada sedikit ‘kelebihan’ dibandingkan rival tuanya sesama open source, Apache.

Apaan tuh nginx?

Nginx atau di baca engine-x adalah sebuah HTTP server, reverse proxy, dan mail proxy server open source yang kembangkan kali pertama oleh Igor Sysoev, asal Rusia sekitar tahun 2005. Karena simpel dan powerfull (atau apalah istilahnya), Nginx ini mendapat respons yang cukup bagus dan dari laporan survei netcraft.com tahun 2009 ini saja, nginx berada di posisi ke-4 dengan jumlah pengguna sekitar 3 juta setelah Apache, IIS, GFE. Ini sebuah prestasi yang luar biasa dari pendatang baru dalam waktu yang cukup singkat. WordPress, detik.com dan eramuslim.com adalah di antara beberapa website yang sudah menggunakan nginx ini.

Mengapa migrasi ke Nginx?

Awalnya, sih ragu juga, mengingat server yang akan dimigrasi ini merupakan server produktif alias server hosting sebuah situs pemerintahan yang hits-nya lumayan tinggi, ciee… 😛 Takutnya ada masalah setelah dipindah. Namun, berbekal terlalu nekat, tentu saja baca referensi sana-sini untuk memastikan tidak ada masalah saat implementasi akhirnya jadi juga dipindah. Simpel dan puas melihat hasil kerja nginx, itu yang masih terasa saat ini.

Alasan lain ‘keterpaksaan’ melakukan migrasi adalah keterbatasan resource hardware dan memory yang tersedia dari paket VPS yang diambil. Selain itu, dipanas-panasin oleh seseorang yang membandingkan performance Apache yang saya pakai dengan HTTP server-nya yang menggunakan software ber-lisensi, huh… Padahal mungkin dia sendiri tidak pernah merasakan menginstalasi server dari awal dengan melakukan proses tweaking sana-sini pada server tersebut, apalagi upgrade kernel, auk ah… (maklumlah pengusaha baru di bidang hosting, reseller :P).

Saya tidak akan menuliskan cara menginstalasi nginx pada bagian ini, mungkin di lain waktu saja. Silakan cari sendiri di Google, sudah banyak yang menyediakan tutorial cara instalasinya baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa lainnya.

Iklan

2 Responses to “Transmigrasi dari Apache ke Nginx”

  1. iqbal Says:

    hanya sharing aja, baru dibuat paket NGINX MYSQL PHP untuk windows. cocok untuk development purpose.

    http://sourceforge.net/projects/nginxmp/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: