Dampak Medis Sholat Tahajjud

16 November 2006

Dampak Medis Sholat TahajjudSholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah SWT (Qs Al-Isra: 79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.

Tidak percaya? “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya Anda terbebas dari infeksi dan kanker,” ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan ‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul Pengaruh Sholat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi. Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu.

Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinyu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang mu’akkadah (sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress.

Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

Sebuah bukti bahwa, keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya.

Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk di akal kita? Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat di dalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah.

Padahal setiap inchi otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

Sumber: forum.upi.edu

Iklan

18 Responses to “Dampak Medis Sholat Tahajjud”

  1. Budi Cysco Says:

    Duh, sholat tahajud bisa obatin stress ya? He… biasanya sih aku kalo stress paling pergi ketempat hiburan malam, dugem, check-in… itu sudah pasti aku lakukan dengan iklhas, jam nya ya antara jam 2 sampai jam 3 juga, ya biasanya sih bisa lebih dari dua kali. Pasti hormon kortisol kalau diukur juga rendah. Coba deh…

  2. Asmuri Anwar Says:

    tapi kalo gitu bisa nambah penyakit kanker dan infeksi kan? biasanya orang dugem juga kebanyakan minum minuman keras alias teler, biasa kan, Bud? hehehehe….

  3. Budi Cysco Says:

    Sebelumnya kita harus bermain dengan “safe” seperti dengan mengkonsumsi antibiotik sebelumnya, biar gak terjangkiti penyakit (beberapa obat yang tergolong psikotropika) merupakan antibiotik yang baik, jadi jangan takut makan pil-pil terlarang tersebut. Selanjutnya ya tentunya harus pake “balon”, selain agar terhindar dari penyakit juga mencegah jangan sampai anak-anak kita berceceran dimana-mana, repot nanti. Ya gak?

  4. Puspita Says:

    Sholat tahajjud,subhanallah…setiap perintah dari Allah baik wajib maupun sunnah sesungguhnya dalam setiap perintah-Nya mengandung kebaikan untuk manusia,sayangnya manusia memandangnya dengan enteng.Kullu nafsin zaikatul maut.Semua jiwa akan merasakan mati.Tenang saja,kita semua bakalan mati…dan nantinya kita baru sadar waktu yang kita buang percuma tak akan pernah kembali.So,boys and girls don’t ever cry because u lose your time useless….Selamat memilih jalan hidup anda.
    Untuk penikmat sholat tahajjud,selamat datang di taman-taman surga milik Allah SWT.

  5. cila mustika sari Says:

    saya mau konsultasi tentang penyakit kanker urat.gimana sih cara mengatasihnya?sebagian orng mengatakan bahwa [penyakit itu membahayakan.pa betul?

  6. rp25rb Says:

    Saya pengen menjawab saya, tapi saya bukan seorang dokter loh, tapi siapa tahu berguna.

    Pertama, untuk mengatasi penyakit apapun namanya, berusahalah mencari dokter ahli, atau berobat kepada ahli obat. Bila ada organisasinya semacam Yayasan Jantung Indonesia, berarti ikutlah organisasi Yayasan Kanker Indonesia. Biar tahu seluk beluk penyakit tersebut secara dalam. Kalau saya mah, kanker itu berarti kantong kering, hihihi… Ntu memang penyakit saya sejak dulu.

    Kedua, jangan bosan-bosan memohon kepada Tuhan agar penyakit itu bisa disembuhkan. Dengan kekhusyukan berdoa, kadang-kadang bisa saja timbul suatu keajaiban yang tidak kita duga-duga, eh tiba-tiba aja penyakit kita sembuh.

    Ketiga, yang namanya penyakit, apa pun namanya tetap saja menjadi sumber kesusahan bagi si penderitanya dan harus cepat-cepat diobati.

  7. Doni Says:

    top banget… makasih yah mas atas artikel di blog nya…
    Allahu Akbar…

  8. bono Says:

    memang kebanyakan manusia itu sedikit yang bersyukur dan zalim pada diri nya sendiri. tanpa di sadari penyakit2 yang datang itu karena yah seperti kalimat diatas. coba di renungkan deh.. allahualam. ttg artikel sholat tahajud insya allah berguna bagi yang menjalankannya. sukron yah mas

  9. Lutfi Says:

    Ass mas
    Terima kasih artikelnya
    Saya ada permintaan mas,Apakah mas punya disertasi yang di tulis oleh muh Sholeh tersebut “Pengaruh Sholat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Response Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi”

    Kalo ada, boleh dong di upload
    Saya yakin ini saya berguna untuk ladang amal

    Syukron

  10. Kapten Vu Says:

    subhanallah…
    very cool, semoga 4jji memberi kesehatan & tempat yang mulia bagi Bpk. Sholeh atas disertasinya, juga mas Anwar yang telah post tulisan ini, semoga senantiasa dalam lindungan 4jji SWT
    jadi makin kepingin bisa tahajjud, dari dulu cuma bisa kepingin, moga setelah baca tulisan ini saya dapat memotivasi diri dengan lebih kuat.

    syukron.

  11. leha Says:

    ass,saya sudah membuktikan kasiat tahajjud. Sejak melaksanakannya, sekarang saya lebih sabar dan alhamdulillah sekarang saya berbusna muslim. Padahal sebelumnya saya takut untuk memakai.

  12. afifrachmanet Says:

    amiiiiiiieeeeeeen

  13. Fariz_kreebo Says:

    SUBHANALLAH….Tidak ada perintah/kewajiban dari Nya tanpa ada manfaat nya dunia akhirat.
    ALLAHU AKBAR

  14. aan Says:

    yth. mas budi cysco
    wah respon anda terhadap maksiat bagus sekali saya salut,, semoga anda paling dulu masuk neraka,,
    amiiinnn
    hua hua hua…

  15. Muhtadi Says:

    semoga artikel nya bnyk jadi pelajaran berharga buat kit dan bermanfaat bagi kita semua amien….

  16. Ismail Musa Says:

    SUBHANALLAH.. Jika sholat sunnah saja sudah sedemikian hebat manfaatnya bagi tubuh, apalagi sholat fardlu yang 5 waktu..


  17. APA yang diungkap dalam tulisan diatas memang benar adanya, saya sendiripun marasakannya, rahmat, nikmat, mujizat dari Allah SWT karena saya bertahun-tahun hampir setiap malam sejak tahun 1980-an melakukan sholat tahajjud dan hajat. Alhamdulillah banyak nikmat yang saya rasakan, padahal kalau mau dilihat secara kasat mata keberadaan saya sebenarnya, apa yang ADA saat ini rasanya tidak mungkin ADA, kadang saya berpikir apakah ini MIMPI?. Subhanallah, Allahuakbar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: